Keselamatan kerja bukan hanya tentang memiliki prosedur, tetapi juga memastikan setiap orang siap bertindak ketika situasi darurat benar-benar terjadi.

Sesi koordinasi Tim Tanggap Darurat sebelum simulasi bencana dilakukan.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan distribusi, PT GED Lintas Indonesia menjadikan simulasi tanggap darurat sebagai agenda rutin tahunan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja (K3), meningkatkan kesiapsiagaan karyawan, serta memastikan setiap individu memahami peran dan prosedur evakuasi ketika menghadapi keadaan darurat.
Mengapa Simulasi Tanggap Darurat Penting?

Karyawan mempraktikkan prosedur Drop Cover Hold On saat simulasi gempa bumi di kantor GED.
Bencana alam maupun keadaan darurat seperti kebakaran dapat terjadi tanpa diduga. Dalam situasi tersebut, kecepatan mengambil keputusan, koordinasi tim, dan pemahaman terhadap prosedur evakuasi menjadi faktor yang sangat menentukan keselamatan seluruh penghuni gedung.
Melalui simulasi yang dilakukan secara berkala, perusahaan dapat:
- Meningkatkan kesiapan seluruh karyawan menghadapi situasi darurat;
- Menguji efektivitas jalur evakuasi dan sistem proteksi gedung;
- Memperkuat koordinasi Emergency Response Team (ERT);
- Melatih penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR); dan
- Membangun budaya keselamatan sebagai bagian dari operasional perusahaan.
Dua Skenario Simulasi
Pada pelaksanaan tahun ini, simulasi dibagi menjadi dua sesi utama agar seluruh peserta dapat mengikuti latihan secara optimal.
- Simulasi Gempa Bumi di Area Office

Proses evakuasi karyawan kantor berjalan tertib menuju titik kumpul aman gedung GED.
Skenario pertama difokuskan pada respons awal saat terjadi gempa bumi di area perkantoran. Seluruh peserta mempraktikkan prosedur Drop, Cover, Hold On, kemudian melakukan evakuasi menuju titik kumpul melalui jalur yang telah ditentukan.
Selain menguji kecepatan evakuasi, simulasi ini juga mencakup proses absensi karyawan serta penanganan awal korban oleh Tim P3K. Salah satu target utama adalah memastikan proses evakuasi dapat dilakukan secara tertib dengan waktu respons di bawah 5 menit, sesuai target K3 perusahaan.
- Simulasi Kebakaran di Area Warehouse

Pelatihan penggunaan APAR pada simulasi kebakaran warehouse PT GED Lintas Indonesia.
Sesi kedua berfokus pada simulasi kebakaran di area gudang.
Karyawan dilatih melakukan evakuasi melalui jalur aman, sementara Tim Tanggap Darurat menjalankan prosedur pemutusan utilitas, penyisiran area, hingga pencatatan manifes personel.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan APAR menggunakan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) sebagai bekal menghadapi kebakaran pada tahap awal.
Komitmen GED terhadap Budaya K3

Tim P3K memberikan pertolongan pertama pada korban cedera saat simulasi tanggap darurat GED.
Bagi GED Lintas Indonesia, keselamatan bukan hanya tanggung jawab Tim ERT atau petugas K3. Seluruh karyawan memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.
Melalui simulasi yang dilakukan secara rutin setiap tahun, perusahaan terus memperkuat koordinasi antar tim, meningkatkan pemahaman prosedur keselamatan, serta memastikan setiap individu siap bertindak secara cepat, tepat, dan terarah ketika menghadapi keadaan darurat.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya GED dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh insan perusahaan.
Keselamatan Adalah Investasi Jangka Panjang

Simulasi pemadaman kebakaran dengan karung basah oleh karyawan PT GED Lintas Indonesia.
Dalam dunia logistik, keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari ketepatan waktu pengiriman, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga keselamatan sumber daya manusia, aset, dan lingkungan kerja.
Karena itu, simulasi tanggap darurat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun budaya kerja yang lebih siap, tangguh, dan bertanggung jawab.
GED Lintas Indonesia akan terus berkomitmen meningkatkan standar keselamatan kerja sebagai bagian dari pelayanan profesional kepada pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.