menu
PHONE HOTLINE
(021)83703700
(021)83703800
OFFICE HOUR
Senin-Jumat : 08.00-17.00
Sabtu : 08.00-14.00

NEWS

Kemenhub diminta segera realisasikan subsidi kargo di Papua

Monday, 23 January 2017
big news

NEWS REGULER

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta segera merealisasikan rencana subsidi kargo atau jasa angkut barang menggunakan pesawat ke wilayah pedalaman Papua.

Anggota Komisi IV DPR Papua yang membidangi perhubungan, Lazarus Siep mengatakan, subsidi kargo untuk Papua perlu segera direalisasikan karena dengan begitu bisa menekan harga kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya di wilayah pedalaman Papua.

"Subsidi kargo itu hingga kini belum terealisasi lantaran masih terkendala ijin. Kemenhub perlu segera merealisasikan hal itu. Jangan terlalu mempersulit ijin pelayanan kargo untuk wilayah pengunungan Papua," kata Lazarus.

Menurutnya, dengan adanya subsidi kargo bisa menekan mahalnya harga ongkos angkut ke wilayah pedalaman Papua. Dengan begitu tentu akan berdampak terhadap harga kebutuhan di pedalaman Papua.

"Ini sangat penting. Perlu terus didorong. Peran aktif pemerintah daerah juga dibutuhkan. Selama ini yang membuat harga kebutuhan di pedalaman Papua mahal lantaran mahalnya ongkos angkut," ucapnya.

Mahalnya ongkus angkut itu kata dia, lantaran akses ke wilayah pegunungan Papua, terutama pegunungan tengah hanya bisa dijangkau dengan pesawat udara.

"Saya pikir masyarakat juga kini menantikan terealisasinya kebijakan itu. Kalau memang kendalanya ijin, perlu segera dicarikan solusi. Harus ada langkah yang diambil pemerintah agar subsidi kargo ini segera direalisasikan," katanya.

Sejak tahu lalu Kemnhub berencana memberlakukan subsidi kargo untuk wilayah Papua. Kebijakan itu rencananya akan diberlakukan tahun ini. Alokasi anggaran untuk subsidi khusus angkutan barang itu diperkirakan mencapai Rp55 miliar. Kabarnya kementerian terkait masih melakukan kajian regulator rute penerbangan barang itu.

"Kami masih mencari skema mana yang lebih signifikan. Apakah barang yang disubsidi atau maskapai agar ongkos angkut tidak terlalu mahal,atau mungkin ada cara lain yang lebih efektif," kata Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Publik/Hubungan Internasional, Dewa Made Sastrawan belum lama ini.


Related News